Nelayan Kolut Terimah Ratusan Mesin BBG, Anggota Dewan Ancam Tarik Bantuan Jika Ledakkan Bom Ikan

Nelayan Kolut Terimah Ratusan Mesin BBG, Anggota Dewan Ancam Tarik Bantuan Jika Ledakkan Bom Ikan

Sebanyak 499 unit mesin perahu menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG) disalukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI kepada para nelayan di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, Senin (14/11/2022). Bantuan tersebut bakal ditarik jika digunakan untuk melakukan aktifitas illegal fishing khususnya bom ikan di seluruh wilayah perairan Teluk Bone.

Hal itu ditegaskan Anggota DPR RI Komisi VII, Rusda Mahmud saat menyerahkan paket bantuan mesin kepada para nelayan di Desa Pitulua, Kecamatan Lasusua. Dikatakan, sarana tersebut guna mendukung aktifitas melaut yang ramah lingkungan dan bukan memuluskan segala tindakan illegal fishing. “Saya minta bantuan itu langsung ditarik jika diantara mereka melakukan itu (bom ikan),” ancam pria yang membidangi Energi, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup tersebut.

Bantuan program kemitraan Kementerian ESDM dan komisi VII DPR RI tersebut masing-masing 6,5 PK sebanyak 436 unit, 9 PK 36 unit dan 27 unit berkapasitas 13 PK. Mesin tersebut sepaket dengan 2 tabung LPG 3 Kg, konkit, bracket, regulator, sepang, 2 botol oli mesin, tools kit, dudukan mesin, housing, PTO dan stang serta propeler dan lainnya.

499 unit mesin berbahan bakar gas tersebut disalurkan kepada para nelayan di 13 kecamatan. Rusda menegaskan tidak ada toleransi untuk pelaku illegal fishing dan bantuan harus ditarik kembali jika terbukti melanggar.

Terkait maraknya aksi bom ikan di perairan Kolut, Kadis Perikanan Kolut, Muhsin mengatakan sudah kerap melaporkan hal itu ke pemprov namun tidak ada tindak lanjut. Aktifitas bom ikan terjadi di hampir seluruh wilayah perairannya namun tidak ada pelaku yang ditangkap petugas. “Kami di daerah tidak punya kewenangan lagi menindak terkecuali hanya melaporkan ke provinsi,” pasrah Muhsin.

Luas wilayah perairan Kolut sepanjang pantai timur Teluk Bone mencapai kurang lebih 12.376 Km persegi. Para pelaku illegal fishing rata-rata meledakkan bom ikan hanya berjarak sekitar 1-2 Mile Laut dari garis pantai baik pada siang dan malam hari.

Wilayah yang rutin menjadi sasaran bom ikan meliputi pesisir Desa Kamisi, Tahibua, Sulaho, Rante Angin, Lambai, Wawo dan Pakue-Tolala.

Pos terkait