Ratusan Rumah Rusak, Kehadiran Pemkab Jadi Penguat Warga Konawe Utara

Ratusan Rumah Rusak, Kehadiran Pemkab Jadi Penguat Warga Konawe Utara
Bupati Konawe Utara, H. Ikbar menyerahkan bantuan pada warga yang terdampak angin kencang, pada Minggu malam.

KONAWE UTARA, PIKIRANSULTRA.COM-Malam Minggu yang semula sunyi berubah menjadi malam penuh kecemasan. Terjangan angin kencang disertai hujan dan petir menghantam wilayah Kabupaten Konawe Utara, meninggalkan jejak kerusakan pada ratusan rumah warga di tiga kecamatan. Atap beterbangan, dinding roboh dan rasa aman warga pun turut terenggut.

Di tengah situasi itu, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara memilih untuk tidak berdiam diri. Pemerintah “turun gunung”, hadir langsung di tengah warga terdampak sebagai wujud nyata keberpihakan dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang dilanda musibah.

Kepedulian tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Konawe Utara, H. Ikbar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga korban angin kencang, Senin (12/1/2026).

Bencana angin kencang disertai hujan dan petir itu terjadi sejak Minggu malam dan berdampak luas. Di Kecamatan Sawa, sejumlah desa terdampak antara lain Desa Tanjung Laimeo, Puupi, Ulu Sawa dan Desa Laimeo. Sementara di Kecamatan Lembo, bencana melanda Desa Taipa. Sedangkan di Kecamatan Lasolo, angin puting beliung menerjang Desa Muara Tinobu, Basule serta Kelurahan Tinobu.

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bencana bukan sekadar seremonial penyerahan bantuan, melainkan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang diuji.

“Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi sebagai wujud nyata bahwa pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ikbar.

Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moral dan konstitusional pemerintah daerah terhadap warganya. “Sebagai pemerintah, kami tidak tinggal diam ketika masyarakat mengalami musibah. Pemerintah akan selalu hadir,” tegasnya.

Ketua DPW PBB Sultra berharap masyarakat yang terdampak dapat tetap tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan, baik kerugian materiil maupun tekanan psikologis yang muncul akibat bencana.

“Semoga cobaan yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ini dapat kita hadapi bersama, bukan hanya dari sisi kerugian materiil, tetapi juga dampak psikologis yang ditimbulkan,” tuturnya.

Diketahui, dampak angin puting beliung dirasakan di tiga kecamatan yang mencakup tiga kelurahan dan 10 desa, dengan total sekitar 155 rumah warga mengalami kerusakan. Pemerintah daerah memastikan proses pendataan dan penanganan lanjutan terus dilakukan agar pemulihan berjalan secepat mungkin. (REDAKSI)

Pos terkait