Anak SD Yang Dikabarkan Hendak Diculik OTK di Kolaka Utara Pelakunya 2 Orang, Korban Sempat Ditarik 2 Kali

Anak SD Yang Dikabarkan Hendak Diculik OTK di Kolaka Utara Pelakunya 2 Orang, Korban Sempat Ditarik 2 Kali
PIKIRANSULTRA.COM- Dugaan percobaan penculikan anak yang menghebohkan warga Desa Lawata, Kecamatan Pakue, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara hingga kini terus didalami oleh jajaran kepolisian setempat. Berdasarkan keterangan korban, pelaku yang belum diketahui identitasnya tersebut terdiri dari dua orang pria.
Kapolsek Pakue, Ipda Badmar menjelaskan, korban merupakan pelajar SD bernama Asri (7), warga Dusun II Desa Lawata. Hasil introgasi dikemukakan jika korban sempat ditarik oleh pelaku sebanyak dua kali dan ditawari uang Rp10.000. “Anak itu melawan dengan cara menggigit pelaku¬† dan kabur. Belum dapat disimpulkan apakah peristiwa itu sebuah percobaan penculikan atau bukan,” paparnya.
Berawal dari kejadian tersebut, informasi lantas menyebar di media sosial WhatsApp dan menjadi perbincangan guru-guru di sekolah. “Kepala sekolah SDN IV Pakue Utara, Nahrun kemudian membagikannya ke grub Dikbud Kolut sehingga dikeluarkan surat edaran oleh instansi terkait,” paparnya.
informasi tersebut dikatakan semakin tersebar luas di Facebook setelah seorang perempuan bernama Ita, warga Kelurahan Lapai, Kecamatan Ngapa membagikannya. Hanya saja, informasi yang dibagikan ia sertakan sebuah video yang kejadiannya di wilayah lain. “Video diambil dari Tiktok. Tambah resah lagi masyarakat,” kata kapolsek sembari geleng-geleng.
Informasi tersebut disampaikan kian berkembang dan tidak sesuai dengan fakta kejadian yang dialami korban. Fakta lain disampaikan jika pelaku tidak menggunakan kendaraan roda empat karena kabur dengan cara berlari meninggalkan korban. “Hanya teman Asri yang menyaksikan. Tidak ada oang lain,” sanggah kapolsek.
Meski demikian, berdasarkan keterangan korban hal itu belum bisa disimpulkan jika anak tersebut hendak diculik. Bisa saja hanya sebuah kesengajaan atau candaan oleh pelaku dengan maksud untuk menakut-nakuti.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kabar dugaan penculikan bocah SD tersebut viral di medsos para, Selasa (17/1/2023). Hanya saja, narasi yang bertebaran kian meresahkan masyarakat karena beberapa diantaranya tidak lagi sesuai fakta sebenarnya.

Pos terkait