KONAWE UTARA – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Salah satunya dengan menggelar studi tiru di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Kendari pada 29–30 Januari 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor: 000.1.2.3/24/2026 yang diterbitkan Kepala DPMPTSP Konut, Ir. Sofian Syahrul. Studi tiru dipimpin Sekretaris DPMPTSP Konut, Alex Akhlis bersama sejumlah pejabat dan staf teknis.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut antara lain Kabid Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan Wisna Wardani Sidik, Analis Perencanaan Astri Dwi Lestari Ningsih, Analis Pengawasan Suprapto, Analis Pengaduan Masyarakat Hasfan Amnur Mahaputra, Analis Dokumen Perizinan Jodi Natakusuma, serta Pranata Komputer Ahli Pertama Cokro Hartovo.
Rombongan DPMPTSP Konut disambut langsung Sekretaris DPMPTSP Kota Kendari, Nukke Djiwita Isamu bersama jajaran pejabat terkait.
Sekretaris DPMPTSP Konut, Alex Akhlis, mengatakan studi tiru ini bertujuan menggali informasi serta memahami pola pengelolaan Mall Pelayanan Publik yang telah berjalan di Kota Kendari.
“Kami ingin mempelajari praktik terbaik dalam penyelenggaraan MPP, terutama terkait integrasi layanan, digitalisasi, hingga regulasi pendukungnya. Ini penting sebagai referensi dalam pengembangan pelayanan publik di Konawe Utara,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Menurut Alex, keberadaan MPP menjadi salah satu indikator reformasi birokrasi karena mampu menghadirkan layanan yang lebih efisien dan mudah diakses masyarakat. Karena itu, hasil kunjungan diharapkan dapat segera diterapkan guna mendorong pelayanan yang profesional, transparan, dan responsif.
Ia menambahkan, pihaknya memperoleh banyak informasi dari DPMPTSP Kota Kendari, mulai dari konsep pelayanan, proses pembentukan MPP, hingga inovasi digital yang diterapkan.
Tak berhenti di Kendari, DPMPTSP Konut juga berencana melakukan studi tiru ke Kabupaten Konawe Selatan serta beberapa daerah di Pulau Jawa. Langkah ini dilakukan untuk memperluas perbandingan sekaligus mengadopsi inovasi pelayanan yang dinilai efektif.
“Kami ingin mengambil hal-hal positif dari setiap daerah yang kami kunjungi, agar pelayanan publik di Konawe Utara semakin baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (redaksi)






