KONAWE UTARA– Keberadaan PT Paramita di Desa Boedingi, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, membawa dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Beroperasi sebagai salah satu dari sekian perusahaan tambang yang aktif di wilayah tersebut, PT Paramita dinilai telah memberi kontribusi berarti bagi perekonomian warga dan pengurangan tingkat pengangguran.
Kepala Desa Boedingi, Aksar, menyampaikan bahwa aktivitas pertambangan yang dijalankan PT Paramita tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Setiap kepala keluarga, menurutnya, menerima bantuan berupa beras satu karung per bulan, voucher listrik, dan royalti tunai.
“Royalti yang diberikan perusahaan bisa mencapai rata-rata Rp3 juta per kepala keluarga, tergantung pada jumlah tongkang yang dimuat. Begitu proses pemuatan selesai dan ditutup, dana royalti langsung dicairkan dan disalurkan ke masyarakat,” jelas Aksar pada Senin (28/7/2025).
Program CSR yang dijalankan perusahaan, lanjutnya, sangat membantu kebutuhan pokok warga, terutama dalam menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga. Selain itu, keberadaan PT Paramita juga membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda-pemudi lokal, sehingga menurunkan angka pengangguran dan membantu mengurangi potensi masalah sosial seperti kriminalitas.
“Banyak warga kita yang bisa bekerja di perusahaan tambang. Ini tentu sangat membantu mereka, terutama generasi muda. Ketika ada pekerjaan, semangat hidup meningkat, dan gangguan sosial bisa ditekan,” ujarnya.
Selain itu, Aksar menilai bahwa komunikasi antara pemerintah desa dan pihak perusahaan berjalan dengan baik. Dalam situasi tertentu seperti musim hujan yang berpotensi menimbulkan longsor, koordinasi dilakukan dengan cepat agar area-area rawan bisa segera ditangani.
“Kami selalu berkoordinasi jika ada hal-hal darurat. Pihak perusahaan cukup responsif dalam merespons permintaan penanganan di titik rawan,” tambah Aksar.
Desa Boedingi saat ini memiliki lima perusahaan yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP), namun hanya dua yang aktif beroperasi, salah satunya PT Paramita. Aksar berharap, ke depan perusahaan-perusahaan tersebut dapat terus menjaga komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan, sekaligus membantu pembangunan desa secara berkelanjutan.
Dengan kontribusi yang nyata di bidang ekonomi, sosial, dan ketenagakerjaan, PT Paramita telah menunjukkan bahwa perusahaan tambang dapat menjadi mitra pembangunan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat desa. (redaksi)






