KONAWE UTARA — Upaya menjaga kelestarian kawasan pesisir di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah dan pihak swasta.
Sebanyak 5.000 bibit mangrove disiapkan untuk ditanam di kawasan pesisir Kelurahan Tinobu, Kecamatan Lasolo, pada lahan seluas sekitar satu hektare, Sabtu (12/9/2026).
Penanaman mangrove tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama PT Konawe Nikel Nusantara (KNN).
Program ini ditujukan untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Lasolo, Sekcam Lasolo, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perikanan, Sekretaris DPMD, serta jajaran Forkopimcam Lasolo.

Kepala DLH Konawe Utara Marjoni mengatakan, program penanaman mangrove tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.
“Ini merupakan program nasional yang juga sejalan dengan Asta Cita Presiden. Mangrove memiliki fungsi yang luar biasa bagi lingkungan,” kata Marjoni.
Marjoni menjelaskan, mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2). Keberadaan tanaman tersebut dinilai penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
“Menanam mangrove hari ini berarti menjaga kelestarian bumi,” tegasnya.
Selain menyerap karbon, keberadaan mangrove juga berfungsi membantu melindungi garis pantai dari ancaman abrasi serta menjadi ruang hidup bagi biota laut.
Marjoni berharap keterlibatan pihak swasta dalam program pelestarian lingkungan dapat terus ditingkatkan. Ia juga mendorong agar kegiatan penanaman mangrove diperluas ke wilayah pesisir lainnya di Konawe Utara dan tidak hanya terpusat di Kecamatan Lasolo.
Manager HSE PT KNN Darwis mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam program tersebut merupakan bentuk kontribusi terhadap upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Ia menegaskan, perusahaan tidak hanya berfokus pada investasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga lingkungan di sekitar wilayah kegiatan.
“kami tidak akan melepastangan dari penanaman mangrove, kami tetap berkordinasi dengan DLH dalam komitmen perawatannya. Sehingga dengan sinergi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat, kita berharap mangrove yang ditanam dapat tumbuh sebagaimana yang diharapkan,” ujar Darwis.
Menurut Darwis, keberhasilan penanaman mangrove tidak cukup hanya dengan menanam bibit. Perawatan menjadi bagian penting untuk memastikan tanaman tersebut dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Pihak PT KNN, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan DLH Konawe Utara dalam memastikan keberlanjutan program tersebut.
Darwis juga menilai masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga tanaman mangrove yang telah ditanam sehingga dapat tumbuh secara optimal dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.
Asisten I Pemkab Konawe Utara H. Hasran Abubakar menambahkan, keberlanjutan program penanaman mangrove harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam hal perawatan.
Menurutnya, keberhasilan program tidak dapat hanya dilihat dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari kemampuan bibit tersebut bertahan dan tumbuh hingga membentuk kawasan mangrove yang produktif.
“Kawasan pesisir harus kita jaga bersama. Yang tidak kalah penting adalah perawatannya. Jadikan mangrove sebagai aset bersama sebagai ekosistem yang berkelanjutan yang harus dinikmati generasi selanjutnya,” ujar Hasran.
Mantan Kadis Kesbangpol Konut, Hasran menilai sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan program rehabilitasi kawasan pesisir dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. (REDAKSI)






