Melihat Figur H. Ruksamin dari Rekam Jejak Pengabdian, Bukan Sekadar Isu Semata

Melihat Figur H. Ruksamin dari Rekam Jejak Pengabdian, Bukan Sekadar Isu Semata
Ketua Harian FORKAM HL Sultra, Ikbal

KONAWE UTARA- Sepuluh tahun memimpin Konawe Utara, nama H. Ruksamin masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat, khususnya kalangan generasi muda. Bagi sebagian anak muda Konawe Utara, Ruksamin tidak sekadar dipandang sebagai mantan bupati dua periode, tetapi sebagai figur yang dinilai telah meletakkan sejumlah fondasi penting bagi pembangunan daerah di tanah Oheo.

Pandangan tersebut disampaikan Ikbal, Ketua Forum Kajian Masyarakat Hukum dan Lingkungan Sulawesi Tenggara (Forkam Sultra), bersama Dande, tokoh pemuda Konawe Utara. Keduanya melihat kepemimpinan Ruksamin dari perspektif rekam jejak pengabdian, kedekatan sosial dengan masyarakat serta program pembangunan yang menurut mereka masih dirasakan hingga saat ini.

Menurut Ikbal, karakter kepemimpinan Ruksamin yang paling menonjol adalah pendekatannya yang religius dan dekat dengan masyarakat. Hubungan sosial tak ada sekat pemisah antara H. Ruksamin dan masyarakat.

“Yang kami lihat, beliau adalah figur yang cukup religius. Dalam berbagai kegiatan, aspek keagamaan selalu mendapat perhatian. Beliau juga dikenal sering turun langsung bertemu masyarakat dan tidak menjaga jarak dengan warga,” kata Ikbal.

Pandangan serupa disampaikan Dande. Menurut tokoh pemuda Konawe Utara itu, kedekatan Ruksamin dengan masyarakat terlihat ketika mantan bupati tersebut kerap hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan dan kunjungan langsung ke desa-desa.

“Bagi kami, gaya kepemimpinan seperti itu membuat masyarakat merasa dekat. Pemimpin tidak hanya berada di kantor, tetapi juga hadir melihat langsung kondisi masyarakat,” ujar Dande.

Selain pembangunan infrastruktur, Ikbal menilai salah satu hal yang penting dari kepemimpinan Ruksamin adalah perhatian terhadap sektor pelayanan dasar dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Program jaminan kesehatan serta bantuan pendidikan bagi mahasiswa Konawe Utara disebut menjadi bagian dari kebijakan yang manfaatnya dirasakan masyarakat hingga kini.

“Program kesehatan dan beasiswa merupakan investasi jangka panjang. Infrastruktur penting, tetapi pembangunan manusia jauh lebih menentukan masa depan Konawe Utara,” kata Ikbal.

Menurutnya, kebijakan bantuan pendidikan bagi mahasiswa telah membuka kesempatan akses bagi anak-anak Konawe Utara untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Banyak anak Konawe Utara yang mendapatkan kesempatan kuliah karena adanya dukungan pembiayaan pendidikan. Ini bukan hanya soal bantuan hari ini, tetapi investasi terhadap kualitas SDM Konut di masa mendatang,” tambahnya.

Terkait isu hukum yang belakangan menyeret nama H. Ruksamin dalam perkara dugaan jual beli besi pada mesin crusher, Ikbal dan Dande meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh proses hukum memberikan kepastian secara komprehensif.

Menurut mereka, penilaian terhadap seseorang sebaiknya tidak hanya didasarkan pada satu isu atau perkara yang masih berproses, tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak dan perjalanan pengabdiannya di tengah masyarakat.

“Kami tentu menghormati proses hukum. Tetapi di sisi lain, masyarakat juga memiliki hak untuk melihat persoalan secara utuh dan tidak langsung menghakimi seseorang sebelum ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap,” ujar Ikbal.

Dande menambahkan, pandangan tersebut tidak dimaksudkan untuk mencampuri proses hukum ataupun menghapus persoalan yang sedang ditangani aparat penegak hukum.

“Kami hanya melihat dari perspektif masyarakat. Ada rekam jejak panjang selama beliau memimpin Konawe Utara. Karena itu, kami merasa penilaian terhadap beliau harus tetap proporsional dan mengedepankan asas praduga tak bersalah,” katanya

Bagi Ikbal dan Dande, sepuluh tahun kepemimpinan Ruksamin merupakan bagian penting dari perjalanan pembangunan Konawe Utara.

Pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan serta berbagai program sosial dinilai telah menjadi fondasi yang selanjutnya menjadi pekerjaan rumah bagi pemimpin berikutnya untuk diteruskan dan disempurnakan.

“Setiap pemimpin pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Tetapi bagi kami, Ruksamin telah meletakkan fondasi yang harus dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Jangan sampai pembangunan yang sudah ada berhenti, tetapi harus dikembangkan menjadi lebih baik,” kata Ikbal.

Dande menilai, pengalaman kepemimpinan Ruksamin juga dapat menjadi pelajaran bagi generasi muda Konawe Utara mengenai pentingnya keberpihakan terhadap masyarakat.

“Yang kami harapkan dari seorang pemimpin adalah dekat dengan rakyat, memiliki kepedulian sosial, dan memikirkan masa depan daerah. Nilai-nilai seperti itu yang menurut kami harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkas Dande. (redaksi)

Pos terkait